Supermom Jadi Pebisnis

Posted: December 9, 2010 in Berita

Semakin banyak wanita aktif dalam keseharian, ide bisnis pun ditunggu-tunggu untuk membantu penghasilan dan membuat dapur tetap ngepul. Tetapi, apakah hanya dengan alasan menambah biaya untuk kehidupan sehari-hari, wanita dapat memulai bisnis? Adakah waktu bagi para wanita untuk menjalankan bisnis dalam kesibukan utama menjadi ibu rumah tangga dengan segudang kegiatan bersama anak-anak?

Ikuti seminar Supermom Jadi Pebisnis.  Ini adalah tentang menjadi Mompreneur.  Topik di dalammnya membahas  kisah cerita tentang dunia mompreneur, disertai ilustrasi cerita yang menarik yang memberikan inspirasi, motivasi, pemahaman dan panduan menjadi seorang mompreneur sejati.  Seminar ini  juga dilengkapi dengan informasi praktis  yang disajikan dalam bentuk tip & trik  untuk menggali potensi  mompreneurship dan mengoptimalkannya.

Catat tanggalnya, ya:

Hari Jum’at 10 Desember 2010

Jam 16.00 – 20.00

Tempat Water Front Dine & Lounge. Jl Kedung Sari 62-64 Surabaya

Registrasi Ranty / Tira / Pipit ( 081553712227 / 031 5315316)

Investasi Rp 100.000

Dalam seminar ini,  peserta akan mempelajari  metode menjadi Mompreneur dalam 4 langkah, yaitu:

1.       Identifikasi Diri (Siapa Say ? Mau Kemana?)

2.       Menetapkan persepsi yang tepat sebagai Mompreneur

3.       Membuat Rencana Strategis Membuka Usaha  melalui: a) Lembar kerja analisa kebutuhan penghasilan tambahan; b) Lembar kerja Rencana Satu Bulan Menjadi Mompreneur

4.       Menyeimbangkan aktifitas rumah tangga dengan bisnis

Jangan tunda lagi, mulailah langkah awal ibu menjadi Mompreneur. Bicarakan bersama suami.  Rajin-lah mengikuti dan membicarakan hal-hal yang menyangkut wirausaha. Carilah ide bisnis yang sesuai dengan kantong dan kesibukan ibu. Mulailah berbisnis dengan berdoa. Mulai sekarang.

Saatnya Merencanakan Masa Depan Keluarga Lebih Baik

Sabtu, 27 November 2010, 10.00 – 13.00 WIB

Tamani Kids Kemang, Jl. Kemang Raya No. 5, Jakarta Selatan

Kemahiran orangtua dalam mengatur dan merencanakan keuangan keluarga sangat penting dalam menentukan kelangsungan masa depan anak-anaknya. Semakin cepat diperkenalkan, anak akan semakin siap mengelola keuangannya secara mandiri. Bank Mandiri dan majalah Inspiredkids menyelenggarakan fun workshop bagi keluarga mengenai perencanaan dan pengelolaan keuangan, serta mengenal beragam produk perbankan yang memudahkan orangtua dalam merencanakan masa depan keluarganya.

Acara

Parents Talkshow

Basic Family Financial Planning With Installment Plan

Bersama: Mike Rini Sutikno CFP (Financial Planner) & Bank Mandiri

Kids Workshop

Bagaimana Mengelola Uang Saku

Bersama: MREDU (Mike Rini & Associate Financial Planning and Education)

HTM: Rp. 50.000 (1 orangtua + 1 anak)

Sudah termasuk makan siang, tiket bermain di Tamani Kids Kemang, goodybag

Pembayaran pendaftaran melalui Bank Mandiri: PT Tiga Visi Utama, 102.00.4567899.9

Untuk informasi dan pendaftaran, hubungi: Inspiredkids (021) 3922218 atau 0817 0819 174

Hello you all! How are you? Are you feeling great today? Great, because we are too.

First of all, we would like to apologize for the lack of the blog updates for, uhm, long time? :D We do notice it, therefore we sincerely apologize if it makes you feel a liiitle bit uncomfortable to keep visiting here. Although we’re afraid that we can’t guarantee you from now that the situation will be drastically changed, but we’ll do our best.

In the mean time, let us whole-heartedly greet you for this sweet words.

Mr. Edu di SMART FM

Posted: October 7, 2010 in Berita

Barusan ada info dari Mbak Mike yang– akhirnya — menggembirakan tentang komik kita tercinta ini: Komik Mr. Edu. Menurut beliau, Senin depan, tanggal 13 Oktober 2010, akan ada talk show Komik MR. Edu di radio SMART FM. Dalam kesempatan itu akan dibagikan 5 hadiah buku Komik Perencanaan Keuangan MR. Edu bagi pendengar.

Catat tanggalnya ya, teman-teman:

Stay tune ya, kind people.

Menentukan person in charge atau penanggung jawab keuangan rumah tangga sangat penting. Problema tentang “siapa yang bertugas untuk membayar apa” harus ditentukan secara adil. Biasanya memang istri-lah yang bertanggung jawab untuk mengurus masalah seperti ini. Namun demikian, hai kalian kaum suami, sebaiknya berpartisipasi juga dong dalam menentukan anggaran rumah tangga. Ikut aktif pula-lah dalam membayar beberapa pos pengeluaran yang penting. Dengan demikian, jika terjadi kesalahan, bisa lebih cepat terdeteksi dan tidak menyalahkan satu sama lain, sehinggga  langkah-langkah perbaikannya segera dilaksanakan.

Suami istri harus bekerjasa sama dalam menentukan anggaran belanja rumah tangga, dan bersikap aktif-lah dalam melaksanakannya. Selain itu, saling memonitor agar disiplin diperlukan supaya hubungan makin kompak.

Beberapa teman wanita  saya bilang begini,  “ Uang suami adalah uang istri, uang istri adalah uang istri.”  Saya sih cuma senyum-senyum saja mendengarnya. Lain lagi dengan pria. Rupanya, sebelum menyerahkan gaji kepada istri, mereka sudah menyisihkan “Tunjangan Pribadi. “Sesekali ingin membeli sesuatu yang bisa langsung dilaksanakan tanpa takut diomeli sang istri”, kata mereka.

Nah, jangan bertengkar karena uang dong. Tetapi, berkomunikasilah untuk mengatur uang. Tentukan apa yang Anda berdua inginkan, dan bekerjasamalah untuk mencapai tujun keuangan tersebut.

Jangan bertengkar karena uang. Sebaliknya, berkomunikasilah untuk mengaturnya. Tentukan apa yang diinginkan oleh Anda berdua, dan bekerjasamalah untuk mencapai tujuan keuangan keluarga.

Asuransi pendidikan adalah asuransi jiwa yang digunakan untuk tujuan persiapan dana pendidikan anak.  Secara berkala orang tua setuju untuk membayar premi asuransinya. Selanjutnya dana pendidikan diberikan  tiap kali  si anak akan membayar uang pangkal sekolahnya. Besarnya  dana pendidikan adalah sejumlah prosentase tertentu dari Uang Pertangungannya. Apabila terjadi resiko kematian pada orang tua, pihak perusahaan asuransi akan meneruskan pembayaran preminya. Nah, jika Anda memilih asuransi pendidikan, berarti Anda berasuransi  sekaligus menabung.

Persiapkanlah dana pensiun sejak dini sebanyak mungkin sebab biaya hidup masa tidak bekerja  bahkan bisa jadi lebih besar dan lebih lama daripada masa bekerja.

Banyak cara mempersipakan dana pendidikan anak. Anda bisa membeli asuransi pendidikan dari perusahaan asuransi, atau menabung ke  tabungan pendidikan dari bank. Ada juga yang lebih suka mempersiapkannya sendiri dalam bentuk reksa dana, properti, emas atau produk investasi lainnya. Apa pun cara yang dipakai, pastikan bahwa dana pendidikan tersebut cukup. Lebih dulu hitunglah berapa biaya pendidikan saat ini. Kemudian jangan lupa untuk memasukkan unsur inflasi, sehingga kenaikan biaya pendidikan di masa depan bisa diperkirakan .

Pastikan dana pendidikan di asuransi atau tabungan pendidikan cukup. Caranya, sesuaikan dengan  kenaikan biaya pendidikan dengan memperhitungkan unsur inflasi.

Orang tua mana sih yang nggak kepingin anaknya masuk ke sekolah bonafid? Kalau perlu sampai usaha habis-habisan, bahkan sampai berutang. Padahal, kesuksesan, maupun besar kecilnya penghasilan anak Anda nanti, tidak selalu berbanding lurus dengan diterimanya ia di sekolah favorit. Jadi, persiapkan dan bayarlah dana pendidikan anak dengan realistis. Sebab, tugas orang tua  bukan saja harus mempersiapkan masa depan anak mereka, tetapi — dan terutama  — harus berinvestasi untuk mempersiapkan masa depannya  sendiri.

Sekolah mahal tidak menjamin kesuksesan finansial anak. Persiapkan dana pendidikan dengan hemat & realistis, agar orang tua tetap mampu mempersiapkan pensiunnya.

Jika suatu saat nanti Anda berencana memiliki anak, Anda bisa mulai mempersiapkan dana pendidikannya sejak si kecil lahir. Semakin panjang waktu yang Anda miliki, maka akan semakin ringan setoran investasi atau tabungannya; semakin besar pula kesempatan dana Anda untuk berkembang. Jadi, persiapkan dana pendidikan anak sedini mungkin agar setiap kali membayar uang pangkal sekolah, dananya sudah tersedia sesuai dengan kebutuhan.

Persiapkan dana pendidikan anak sejak lahir. Makin panjang masa investasinya, akan semakin ringan setoran tabunganny, dan se makin besar kesempatan dana pendidikan berkembang.